Published On: Tue, Feb 14th, 2017

Banjir Kanal Timur Genangi 7 RW, Dewan Desak Pemerintah Segera Menormalisasikanya

Banjir Kanal Timur Genangi 7 RW, Dewan Desak Pemerintah Segera Menormalisasikanya (foto:fb/aristioko)

SEMARANG, beritasemarang.net – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang tadi malam, Senin (13/2) membuat tanggul Banjir Kanal Timur jebol hingga menggenangi tujuh RW di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari. Bahkan sejumlah fasilitas umum juga ikut terendam. Usman Budi Harjo, selaku Lurah di Kaligawe memperkirakan kalo ada ribuan rumah yang terkena dampak banjir tersebut.

“Dari 10 RW yang ada, 7 RW di antaranya terendam banjir. Sekitar 1.500 kepala keluarga yang berada di Sawah Besar terendam oleh genangan air karena di sini jiwanya hampir 10 ribu,” ungkapnya, Selasa (14/2) siang.

Pun, Pasar Waru, mushola dan sekolah dasar ikut terendam banjir. “Saya baru 2 bulan menjabat di sini dan sudah empat kali terjadi banjir di Sawah Besar” tambahnya.

Disamping itu, ia mengaku bahwa BKT (Banji Kanal Timur) kondisinya sangat memprihatinkan sekali. Meskipun kondisi saat ini masih terkendali oleh rencana normalisasi BKT dari pemerintah bersama BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) sebagai solusi untuk mengatasi masalah banjir.

“Kondisi saat ini masih terkendali oleh tim KSB BPBD. Di sini kita tidak sendiri ada Mahasiswa yang juga ikut membantu kami di posko dapur umum,” jelas Usman.

Sementara, pihak DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Semarang pun mendesak supaya pemerintah merealisasikan normalisasi Sungai BKT (Banjir Kana Timur). Mengingat banjir di wilayah tersebut luapanya akan semakin membesar. Suharsono, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang menuturkan jika tidak segera ditangani, diyakini masyarakat di sekitaran BKT rutin terkena banjir terus-menerus.

”BKT kewenanganya BBWS atau pemerintah pusat. Oleh karenanya Pemerintah Kota bersama Propinsi mendorong agar normalisasi BKT bisa segera dilaksanakan. Kalau belum maka masyarakat yang ada di sekitar sungai akan menjadi rutinitas terkena dampak,” ujarnya, Selasa (14/2).

Sedangkan menurut legislator PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Sebenarnya Pemkot Semarang sudah membantu dalam pembuatan timbunan pasir di tanggul Sungai BKT tapi kenyataanya tak bisa bertahan lama. Apabila curah hujanya semakin tinggi, tentu volume air meningkat dan mengakibatkan karung-karung tadi gampang terseret aliran air.

Kata dia, harusnya saat dilakukan normalisasi BKT pemerintah juga perlu mengeruk sedimentasi cukup banyak dimana hal inilah yang menjadi penyebab penyempitan aliran sungai.  Belum lagi dampaknya kepada masyarakat di sekitar BKT, Pemerintah perlu segera membantu para korban banjir dengan memperhatikan kesehatan, bantuan logistik maupun air bersih.

Ditambahkan, karena dampaknya kepada warga Semarang, maka Pemkot Semarang juga harus segera membantu korban banjir. Kesehatan warga tentu harus menjadi perhatian karena dampak banjir bisa mengakibatkan timbul penyakit. ”Bantuan logistik juga diperhitungkan. Bantuan air bersih dan mungkin pakaian kering,” ungkapnya.

Kondisi Luapan Banjir Kanal Timur Sempat Menggenangi Beberapa Tempat, Senin (13/2) Malam (foto:fb/aristioko)

Kondisi Luapan Banjir Kanal Timur Sempat Menggenangi Beberapa Tempat, Senin (13/2) Malam (foto:fb/aristioko)

(Deny/BS04)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>