Published On: Fri, Feb 15th, 2019

dr. Dwi Ngestiningsih: Terapkan BAHAGIA Dari Sekarang Agar Ceria Saat Lansia

dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes, Sp.PD K.Ger dari RSI Sultan Agung dalam sesi prolanis pasien JKN BPJS di Genuk, Semarang belum lama ini

dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes, Sp.PD K.Ger dari RSI Sultan Agung dalam sesi prolanis pasien JKN BPJS di Genuk, Semarang belum lama ini

SEMARANG, beritasemarang.net – Tidak ada habisnya jika kita membicarakan masalah kesehatan yang menghinggapi seseorang saat lanjut usia (lansia). Departemen Kesehatan memaparkan, seseorang yang memasuki pra lanjut usia 45-59 tahun, berpotensi alami anoreksia karena lebih mudah alami gangguan kontraksi yang mengakibatkan pengosongan lambung lebih lambat, kepadatan tulang menurun, mudah rapuh (keropos) dan patah, mengalami cedera, trauma yang kecil saja dapat menyebabkan patah tulang.

Di Indonesia, ada kecendurungan peningkatan populasi lansia. Jika tidak segera diantisipasi, ledakan tersebut bisa menimbulkan aspek medis, psikologis, ekonomi, dan sosial sehingga diperlukan peningkatan pelayanan
kesehatan paripurna.

“Gangguan otot dan tulang yang sering terjadi pada lansia antara lain peningkatan keluhan nyeri otot dan tulang ; keterbatasan gerak sendi serta peningkatan osteoporosis” kata dr. Dwi Ngestiningsih, M.Kes, Sp.PD K.Ger dari RSI Sultan Agung dalam sesi prolanis pasien JKN BPJS di Genuk, Semarang belum lama ini.

Waspada jika usia sudah 50 tahun, karena kekuatan otot akan mengalami penurunan sebanyak 65 s.d 85 persen dari usia 20 -an. Penurunan Lean Body Mass ( otot, organ tubuh, tulang) dan metabolisme dalam sel-sel otot, papar dr Dwi juga akan berkurang sesuai dengan usia. “Penurunan kekuatan otot mengakibatkan orang sering merasa letih dan merasa lemah, daya tahan tubuh menurun. Berkurangnya protein tubuh akan menambah lemak tubuh.” lanjutnya.

Tapi tetap tenang, masa lansia kita bisa mandiri, beraktivitas seperti biasa dan ceria bersama keluarga. Syaratnya, ungkap dr Dwi adalah BAHAGIA yang merupakan akronim dari, B-erat badan berlebihan hindari atau kurangi,  A-turlah makanan gizi seimbang, H-indari faktor–faktor resiko penyakit degneratif, A-gar tetap berguna lakukan kegiatan dan hobi bermanfaat, G-erak badan teratur terus menerus, I-man dan taqwa ditingkatkan, A-wasi
kesehatan atau periksa kesehatan secara periodik.

(Deny/BS04)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>