Published On: Thu, Oct 29th, 2020

Tips Mudah Menghitung Denyut Nadi Untuk Cegah Risiko Masalah Jantung

Ilustrasi Menghitung Denyut Nadi Normal

Ilustrasi Menghitung Denyut Nadi (foto:freepik.com)

Beritasemarang.net – Tahukah anda bahwa jantung merupakan salah satu organ yang memiliki peranan penting dalam menyediakan suplai darah untuk dipompa ke seluruh tubuh hingga ke dirinya sendiri melalui arteri koroner.

Itulah kenapa kesehatan jantung wajib diperhatikan melalui banyak cara termasuk irama jantung. Ya, dari irama saja bisa menunjukkan kesehatan tubuh seseorang.

Kalo anda pernah melihat di pelayanan kesehatan rumah sakit, saat seseorang mengalami gangguan jantung maka hampir pasti setiap dokter akan selalu mengecek detak jantung pasien yang menjadi acuan dalam menegakkan diagnosa suatu berbagai penyakit kardivaskuler.

Sekarang ini pun, banyak alat seperti fitness tracker hingga oksimeter yang bisa dipakai untuk menghitung detak jantung manusia secara instan. Tapi, mungkin masih banyak orang awam kurang mengerti berapa sih sebenarnya detakan jantung ideal pada setiap orang?

Dalam prakteknya menghitung nadi atau detakan normal bisa dilakukan saat kondisi santai yaitu ketika proses jantung memompa darah dalam jumlah sedikit saat mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.

Menurut AHA (American Heart Association), detakan jantung normal orang dewasa (diatas umur 17 tahun) di antara 60-100 bpm, detak jantung normal anak 70-100 bpm dan khusus untuk bayi maupun anak-anak dibawah umur 2 tahun umumnya memiliki detakan lebih tinggi dari angka tersebut.

Nah, gimana sih cara akurat untuk menghitung detak nadi sendiri ketika berada di rumah? Sebenarnya, setiap orang bisa melakukan ini agar bisa menilai kondisi tubuhnya. Berikut langkah-langkahnya,

  1. pengukuran nadi melalui leher: posisikan jari telunjuk dan jari tengah berada di bagian sampai leher, tepat dibawah tulang rahang.
  2. pengukuran nadi melalui pergelangan tangan: letakkan jari telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan berlawanan tepat dibawah yang sejajar dengan ibu jari (seperti pada gambar diatas.)
  3. tahap terakhir yaitu hitung setiap kali nadi berdetak dalam waktu 15 detik saja, nanti anda akan mendapati jumlahnya berapa lalu dikalikan 4 (agar menjadi satu menit) dan itulah angka detakan jantung anda.

Dalam kondisi ini, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai terutama saat kondisi detakan jantung mulai tidak normal seperti biasanya.

Pertama, detakan jantung (orang dewasa) terlalu cepat yaitu melebihi 100 kali per menit, bisa jadi dipengaruhi banyak faktor misalnya usia, saat kondisi demam, setelah beraktivitas dan kondisi lainya. Nantinya, detakan akan kembali normal bila digunakan untuk istirahat.

Kedua, detak jantung terlalu lambat yaitu dibawah 60 kali per menit, bisa karena bawaan yang memang denyutnya rendah. Bahkan pada beberapa orang dengan aktivitas tinggi hingga para atlet pun memiliki denyutan hanya 40 kali per menit. Namun tetap harus waspda ketika detakan jantung anda berada dibawah 50 menit saat kondisi sedang santai.

Ketiga, detakan jantung terasa tidak teratur dimana ketika dihitung bisa jadi tetap menunjukkan angkal normal antara 60-100 kali per menit. Jadi intensitas denyutnya seperti ada jeda satu dengan yang lain (kadang cepat, kadang lambat) yang menunjukkan tanda bahwa jantung kurang efisien memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya okigen tidak mampu disalurkan ke seluruh tubuh hingga akhirnya menyebabkan kerusakan di tiap-tiap organ.

Dalam banyak kasus, denyut jantung tidak normal itu masih belum menentukan kondisi bahaya pada seseorang, namun ada potensi-potensi tertentu yang menimbulkan gejala seperti pusing, dada berdebar lambat atau cepat, terasa sesak nafas, kelelahan sampai pingsan.

Jadi langkah terbaik bagi anda bila menemukan gejala-gejala tersebut, periksakanlah diri ke fasilitas kesehatan terdekat atau ke dokter supaya lebih cepat mendapatkan penanganan lebih lanjut.

(Deny/BS04)

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>